Sabtu, 22 Juni 2013

Manusia dan Penderitaan

nama : Rachmat Wahyudi
kelas : 1IC 06
Manusia dan Penderitaan
A.                Manusia dan Penderitaan
Penderitaan berasal dari kata dasar derita. Sementara itu kata derita merupakan serapan dari bahasa sansekerta, menyerap kata dhara yang memiliki arti menahan atau menanggung. Jadi dapat diartikan penderitaan merupakan menanggung sesuatu yang tidak menyenagkan. Penderitaan dapat muncul secara lahirlah, batiniah atau lahir  batin.

Penderitaan secara lahirlah dapat timbul karena adaanya intensitas komposisi yang mengalami kekurangan atau berlebihan, seperti akibat kekurangan pangan menjadi kelaparan, atau akibat makan terlalu banyak menjadi kekenyangan, tidak dapat dipungkiri keduanya dapat menimbulkan penderitaan

Intensitas penderitaan bertingkat-tingkat, dari yang terhebat hingga ringan. Persepsi pada setiap orang juga berpengaruh menentukan intensitas penderitaan. Suatu kejadian dianggap penderitaan oleh seseorang belum tentu dianggap penderitaan bagi orang lain. Dalam arti suatu permasalahan sederhana yang dibesar-besarkan akan menjadi penderitaan mendaalam apabila disikapi secara reaksioner oleh individu. Ada pula masalah yang sangat urgen disepelekan juga dapat berakibat fatal dan menimbulkan kekacauan kemudian terjadi penderitaan.

Penderitaan akan dialami oleh semua orang, hal itu sudah merupakan risiko hidup. Manusia tidak dapat mengatakan setiap situasi masalahnya sama, penderitaannya sama solusinyapun sama. Penderitaan  bersifat universal dapat datang datang kepada siapapun tidak peduli kaya maupun miskin, tua maupun muda. Penderitaan dapat muncul kapanpun dan dimanapun.

Penderitaan merupakan realita kehidupan manusia di dunnia yang tidak dapat dielakan. Orang yang bahagia juga harus siap menghadapi tantangan bila tidak yang muncul penderitaaan. Dan orang yang menghadapi cobaan yang bertubi-tubi harus berpenghaarapan baik akan mendapaatkan kebahagiaan. Karena penderitaan dapat menjadi energy untuk bangkit berjuang mendapatkan kebahagiaan yang lalu maupun yang akan datang.

Akibat penderitaan yang bermacam-macam manusia dapat mengambil hikmah dari suatu penderitaan yang dialami namun adapula akibat penderitaan menyebabkan kegelapan dalam kehidupan.

Sehingga penderitaan merupakan hal yang bermanfaat apabila manusia dapat  mengambil hikmah dati penderitaan yang dialami. Adapun orang yang berlarut-larut dakam penderitaan adalah orang yang rugi karena tidak melepaskan diri dari penderitaan dan tidak mengambil hikmah dan pelajaran yang di dapat dari penderitaan yang dialami.

Penderitaan juga dapat ”menular” dari seseorang kepada orang lain. Missal empati dari sanak-saudara untuk membantu melepaskan penderitaan. Atau sekedar simpati dari orang lain untuk mengambil pelajaran daan perenungan.



B.        Hubungan Manusia dengan Penderitaan

Aallah adalah pencipta segala sesuatu yang ada di alam semesta ini. Dialah yang maha kuasa atas segala yang ada isi jagad raya ini. Beliau menciptakan mahluk yang bernyawa dan tak bernyawa. Allah tetap kekal dan tak pernah terikat dengan penderitaan.

Makhluk bernyawa memiliki sifat ingin terpenuhi segala hasrat dan keinginannya. Perlu di pahami mahluk hidup selalu membutuhkan pembaharuan dalam diri, seperti memerlukan bahan pangan untuk kelangsungan hidup, membutuh air dan udara. Dan membutuhkan penyegaran rohani berupa ketenangan. Apa bila tidak terpenuhi manusia akan mengalami penderitaan. Dan bila sengaja tidak di penuhi manusia telah melakukan penganiayaan. Namun bila hasrat menjadi patokan untuk selalu di penuhi akan membawa pada kesehatan yang berujung pada penderitaan kekal di akhirat.

Manusia sebagai mahluk yang berakal dan berfikir, tidak hanya menggunakan insting namun juga pemikirannya dan perasaannya. Tidak haanya naluri namun juga nurani.

Manusia diciptakan sebagai mahluk yang paling mulia namun manusia tidak dapat berdiri sendiri secara mutlak. Manusia perlu menjaga dirinya dan selalu mengharapkan perlindungan kepada penciptanya. Manusia kadang kala mengalami kesusahan dalam penghidupannya, dan terkadang sakit jasmaninya akibat tidak dapat memenuhi penghidupannya.

Manusia memerlukan rasa aman agar dirinya terhindar dari penyiksaan. Karena bila tidak dapat memenuhi rasa aman manusiaa akan mengalami rasa sakit. Manusia selalu berusaha memahami kehendak allah, karena apabila hanya memenuhi kehendak untuk mencapai hasrat, walau tidak menderita didunia, namun sikap memenuhi kehendak hanya akan membawa pada pintu-pintu kesesatan dan membawa pada penyiksaan didalam neraka.

Banyak yang salah kaprah dalam menyingkapi penderitaan. Ada yang menganggap sebagai menikmati rasa sakit sehingga tidak beranjak dari kesesatan. Sangat terlihat penderitaan memiliki kaitan dengan kehidupan manusia berupa siksaan, kemudian rasa sakit , yang terkadang membuat manusia mengalami kekalutan mental. Apa bila manusia tidak mampu melewati proses tersebut dengan ketabahan, di akherat kelak dapat menggiring manusia pada penyiksaan yang pedih didalam neraka.


Sumber: Buku ilmu budaya dasar pengarang Drs. Redi Panuju

Tidak ada komentar:

Posting Komentar