nama : Rachmat Wahyudi
kelas : 1IC 06
Manusia dan Penderitaan
kelas : 1IC 06
Manusia dan Penderitaan
A.
Manusia dan Penderitaan
Penderitaan berasal dari kata dasar derita. Sementara itu kata derita
merupakan serapan dari bahasa sansekerta, menyerap kata dhara yang memiliki
arti menahan atau menanggung. Jadi dapat diartikan penderitaan merupakan
menanggung sesuatu yang tidak menyenagkan. Penderitaan dapat muncul secara
lahirlah, batiniah atau lahir batin.
Penderitaan secara lahirlah dapat timbul
karena adaanya intensitas komposisi yang mengalami kekurangan atau berlebihan,
seperti akibat kekurangan pangan menjadi kelaparan, atau akibat makan terlalu
banyak menjadi kekenyangan, tidak dapat dipungkiri keduanya dapat menimbulkan
penderitaan
Intensitas penderitaan bertingkat-tingkat,
dari yang terhebat hingga ringan. Persepsi pada setiap orang juga berpengaruh
menentukan intensitas penderitaan. Suatu kejadian dianggap penderitaan oleh
seseorang belum tentu dianggap penderitaan bagi orang lain. Dalam arti suatu
permasalahan sederhana yang dibesar-besarkan akan menjadi penderitaan mendaalam
apabila disikapi secara reaksioner oleh individu. Ada pula masalah yang sangat
urgen disepelekan juga dapat berakibat fatal dan menimbulkan kekacauan kemudian
terjadi penderitaan.
Penderitaan akan dialami oleh semua orang,
hal itu sudah merupakan risiko hidup. Manusia tidak dapat mengatakan setiap
situasi masalahnya sama, penderitaannya sama solusinyapun sama.
Penderitaan bersifat universal dapat
datang datang kepada siapapun tidak peduli kaya maupun miskin, tua maupun muda.
Penderitaan dapat muncul kapanpun dan dimanapun.
Penderitaan merupakan realita kehidupan
manusia di dunnia yang tidak dapat dielakan. Orang yang bahagia juga harus siap
menghadapi tantangan bila tidak yang muncul penderitaaan. Dan orang yang
menghadapi cobaan yang bertubi-tubi harus berpenghaarapan baik akan
mendapaatkan kebahagiaan. Karena penderitaan dapat menjadi energy untuk bangkit
berjuang mendapatkan kebahagiaan yang lalu maupun yang akan datang.
Akibat penderitaan yang bermacam-macam
manusia dapat mengambil hikmah dari suatu penderitaan yang dialami namun
adapula akibat penderitaan menyebabkan kegelapan dalam kehidupan.
Sehingga penderitaan merupakan hal yang
bermanfaat apabila manusia dapat
mengambil hikmah dati penderitaan yang dialami. Adapun orang yang
berlarut-larut dakam penderitaan adalah orang yang rugi karena tidak melepaskan
diri dari penderitaan dan tidak mengambil hikmah dan pelajaran yang di dapat
dari penderitaan yang dialami.
Penderitaan juga dapat ”menular” dari
seseorang kepada orang lain. Missal empati dari sanak-saudara untuk membantu
melepaskan penderitaan. Atau sekedar simpati dari orang lain untuk mengambil
pelajaran daan perenungan.
B. Hubungan
Manusia dengan Penderitaan
Aallah adalah pencipta segala sesuatu yang
ada di alam semesta ini. Dialah yang maha kuasa atas segala yang ada isi jagad
raya ini. Beliau menciptakan mahluk yang bernyawa dan tak bernyawa. Allah tetap
kekal dan tak pernah terikat dengan penderitaan.
Makhluk bernyawa memiliki sifat ingin
terpenuhi segala hasrat dan keinginannya. Perlu di pahami mahluk hidup selalu
membutuhkan pembaharuan dalam diri, seperti memerlukan bahan pangan untuk
kelangsungan hidup, membutuh air dan udara. Dan membutuhkan penyegaran rohani
berupa ketenangan. Apa bila tidak terpenuhi manusia akan mengalami penderitaan.
Dan bila sengaja tidak di penuhi manusia telah melakukan penganiayaan. Namun
bila hasrat menjadi patokan untuk selalu di penuhi akan membawa pada kesehatan
yang berujung pada penderitaan kekal di akhirat.
Manusia sebagai mahluk yang berakal dan
berfikir, tidak hanya menggunakan insting namun juga pemikirannya dan
perasaannya. Tidak haanya naluri namun juga nurani.
Manusia diciptakan sebagai mahluk yang
paling mulia namun manusia tidak dapat berdiri sendiri secara mutlak. Manusia
perlu menjaga dirinya dan selalu mengharapkan perlindungan kepada penciptanya.
Manusia kadang kala mengalami kesusahan dalam penghidupannya, dan terkadang
sakit jasmaninya akibat tidak dapat memenuhi penghidupannya.
Manusia memerlukan rasa aman agar dirinya
terhindar dari penyiksaan. Karena bila tidak dapat memenuhi rasa aman manusiaa
akan mengalami rasa sakit. Manusia selalu berusaha memahami kehendak allah,
karena apabila hanya memenuhi kehendak untuk mencapai hasrat, walau tidak
menderita didunia, namun sikap memenuhi kehendak hanya akan membawa pada
pintu-pintu kesesatan dan membawa pada penyiksaan didalam neraka.
Banyak yang salah kaprah dalam menyingkapi
penderitaan. Ada yang menganggap sebagai menikmati rasa sakit sehingga tidak
beranjak dari kesesatan. Sangat terlihat penderitaan memiliki kaitan dengan
kehidupan manusia berupa siksaan, kemudian rasa sakit , yang terkadang membuat
manusia mengalami kekalutan mental. Apa bila manusia tidak mampu melewati
proses tersebut dengan ketabahan, di akherat kelak dapat menggiring manusia
pada penyiksaan yang pedih didalam neraka.
Sumber: Buku ilmu budaya dasar pengarang Drs. Redi Panuju
Tidak ada komentar:
Posting Komentar