SOP ( Satauan Operasional Prosedur) Mesin Sekrap
Teori dasar pengoperasian dan perawatan alat dan mesin Mesin adalah gabungan/susunan dari berbagai bagian-bagian mesin/elemen-elemen mesin yang masing-masing mempunyai peranan tertentu, yang kemudian secara bersama-sama bertugas menghasilkan fungsi suatu alat atau mesin. Sedangkan yang disebut peralatan adalah suatu preparat baik utama maupun yang bantu, yang wujudnya terdiri dari beberapa rangkaian komponen secara mekanis maupun elektris ataupun tidak sama sekali. Peralatan sifatnya ringan, dapat berfungsi sebagai alat bantu, dan dapat dijinjing atau dipindah-pindah. Mesin dan peralatan semuanya sebagai sarana untuk terselenggaranya PBM di laboratorium atau di bengkel kerja. Keduanya mempunyai kedudukan yang sama di tempatnya masing-masing dan mempunyai kemiripan dalam fungsi.
Mesin dan peralatan untuk praktik laboratorium maupun kerja bengkel memiliki beberapa ciri pokok, yaitu:
1. Tenaga penggerak (power)
a. Bersumber pada tenaga listrik;
b. Bersumber pada tenaga alam;
c. Bersumber pada tenaga manusia (manual).
2. Sistim kontrol/pengendali
a. otomatis elektris/mekanis.
b. katup pengatur (hidrolik),dsb.
3. Sistim lintasan luncur (untuk mesin perkakas)
a. lintasan luncur melingkar (bush/bearing);
b. lintasan luncur lurus (slider/guide ways).
4. Sistim pelumasan
5. Sistim pondasi mesin (untuk mesin perkakas)
a. permanen/tidak dapat dipindah-pindah
b. tidak permanen (replaceable).
6. Buku panduan (manual book)
a. sertifikat test;
b. parts list dan maintenance program
c. trouble shouting list, instruction list, dsb.
B. Prinsip kerja mesin/peralatan
Dilihat dari sistim kerjanya mesin dan peralatan untuk praktik laboratorium dan kerja bengkel dapat dibagi menjadi:
(1) Mesin /peralatan yang sisitim kerjanya menggunakan prinsip mekanis.
(2) Mesin /peralatan yang sistim kerjanya menggunakan prinsip elektris (arus kuat/lemah). (3) Mesin /peralatan yang sistim kerjanya menggunakan prinsip hidrolis dan pneumatis. (4) Mesin /peralatan yang sistim kerjanya menggunakan prinsip optis.
(5) mesin/peralatan yang sistim kerjanya menggunakan gabungan prinsip mekanis dan elektris.
(6) Mesin/peralatan yang sistim kerjanya menggunkan gabungan prinsip mekanis dan hidrolis serta elektris.
(7) Mesin/peralatan yang sistim kerjanya menggunakan prinsipgabungan yang komplek. Kondisi alat-alat praktik (mesin/peralatan)
Alat yang dimaksud pada bahasan ini dapat berupa peralatan laboratorium atau mesin sebagai alat praktik. Pengenalan/memahami peralatan untuk praktik merupakan kuwajiban yang harus dilakukan oleh setiap petugas laboratorium (teknisi/laboran, guru/instruktur, pengelola) untuk mengetahuinya. Mereka harus mengetahui dengan yakin tentang peralatan yang akan digunakan, dengan demikian setiap alat yang akan dioperasikan harus benar-benar dalam kondisi siap pakai. Kondisi siap pakai yang dimaksud tersebut adalah : (1) Alat dalam kondisi tidak rusak.
(2) Alat dalam keadaan dapat beroperasi dengan baik.
(3) Alat benar-benar siap dipakai, artinya kondisi fisiknya baik dan berfungsi
(ready for use).
(4) Kondisi alat harus bersih, artinya bebas dari segala bentuk kotoran atau yang lainnya. (5) Alat dalam kondisi terkalibrasi, sudah diseting, sudah normal. Peralatan laboratorium sebaiknya dikelompokkan berdasar penggunaannya dan diberi penutup sebagai pelindung debu atau kotoran yang lain. Karena alat yang tidak ada penutupnya akan cepat berdebu, kotor dan akhirnya dapat merusak alat yang bersangkutan, misalnya berkarat.
Untuk itu perlu dikelompokkan dalam penyimpanannya,sebagai contoh misalnya :
(1) Untuk peralatan dari gelas ditempatkan dalam almari khusus, harus dalam keadaan bersih dan steril.
(2) Untuk peralatan optis misal mikroskop dan alat optis yang lain, ditempatkan pada ruang/almari yang kering dan tidak lembab, sebab kelembaban yang tinggi dapat menyebabkan lensa berjamur dan membuat rusak lensa.
(3) Khusus untuk bahan kimia yang bersifat asam dan alkalis sebaiknya ditempatkan pada ruang/kamar yang dilegkapi penyedot gas, atau kipas angin (fan).
D. Usia pakai mesin/peralatan
Mesin/peralatan praktik yang masih baru kondisi bagian-bagian sistim kerjanya masih sangat kasar, sehingga kalau akan digunakan dianjurkan utuk dilakukan kalibrasi, seting, pemanasan, dan pelumasan secara periodik sesuai yang dianjurkan oleh pembuat peralatan atau mesin seperti yang tertera di buku manualnya. Hal tersebut dilakukan guna menekan terjadinya penyimpangan dan laju keausan. Tahapan ini dikenal sebagai masa penyesuaian (running in), diharapkan setelah melewati tahapan ini suaian-suaian yang bergerak telah sesuai/cocok/berpasangan dengan lancar , maka penyimpangan dan keausan dapat dikatakan sangat lambat pada kondisi normal. Apabila ini dipelihara atau diikuti perawatan dengan baik, maka umur mesin akan lebih panjang.
Secara rinci usia pakai mesin/peralatan ditentukan oleh :
(1) kondisi awal ketelitian mesin/peralatan,
(2) beban pemakaian mesin/peralatan,
(3) metode operasional mesin/peralatan,
(4) perencanaan perawatan/peralatan,
(5) pengendalian perawatan mesin/peralatan, dan
(6) lokasi penempatan mesin/peralatan.
E. Mesin/peralatan prinsip mekanis,elektrik dan optis
Mesin/peralatan yang menggunakan prinsip mekanis, elektris dan optis banyak didapati di laboratorium/bengkel kerja, sebagai tenaga penggeraknya alat/mesin tersebut memerlukan tenaga listrik. Sebagai contoh pemakaian dan aplikasinya di laboratorium/bengkel kerja dapat dilihat pada penjelasan berikut ini.
Mesin sekrap/ketam (Gambar 1)
Mesin ini berfungsi sebagai alat penyayat logam dengan bentuk-bentuk rata, miring, bertingkat, celah dan bentuk-bentuk profil. Urutan prosedur pemakaiannya secara garis besar dapat dilakukan sebagai berikut:
a) Yakinkan bahwa kondisi sumber tenaga berfungsi dengan baik, semua indikator berfungsi baik.
b) Yakinkan bahwa kondisi elemen-elemen mesin terpasang pada tempatnya dan berfungsi sebagai unsur gerak mekanis yang dapat bergerak dengan sinkron.
c) Lakukan pemanasan (running maintenance) selama ± 5 s/d 10 menit, agar semua komponen menyesuaikan gerakan dan semua pelumas yang ada di bak pelumas sudah beredar melumasi elemen-elemen mesin.
d) Jika pemanasan sudah cukup, pasang/jepit benda kerja pada ragum penjepit yang sudah terpasang pada mesin ketam, dengan posisi sesuai dengan bentuk pengerjaan, dan yakinkan bahwa benda kerja sudah terpasang dengan baik dan kuat. Gambar 1. Mesin sekrap/ketam dan nama bagian-bagiannya
e) Kemudian pasang alat potong pada pemegangnya, dan lakukan seting dengan benda kerjanya.
f) Melakukan proses pemotongan, dengan mengatur kecepatan potong (cutting speed), langkah pahat per menit (stroke), pemakanan (feed), serta kedalaman pemakanan (depth of cut).
g) Untuk menjaga keawetan mesin, pada waktu bekerja diwajibkan selalu memeriksa/memberi pelumas pada lengan (arm) atau slideways mesin ketam. h) Jika sudah selesai digunakan mesin dibersihkan dari segala kotoran ,kemudian lumasi bagian-bagian yang perlu agar terbebas dari korosi yang diakibatkan oleh oksidasi.
Nama : Rachmat Wahyudi
NPM : 25412836
Kelas : 3IC07
Sumber : - Eprints.uns.ac.id
Teori dasar pengoperasian dan perawatan alat dan mesin Mesin adalah gabungan/susunan dari berbagai bagian-bagian mesin/elemen-elemen mesin yang masing-masing mempunyai peranan tertentu, yang kemudian secara bersama-sama bertugas menghasilkan fungsi suatu alat atau mesin. Sedangkan yang disebut peralatan adalah suatu preparat baik utama maupun yang bantu, yang wujudnya terdiri dari beberapa rangkaian komponen secara mekanis maupun elektris ataupun tidak sama sekali. Peralatan sifatnya ringan, dapat berfungsi sebagai alat bantu, dan dapat dijinjing atau dipindah-pindah. Mesin dan peralatan semuanya sebagai sarana untuk terselenggaranya PBM di laboratorium atau di bengkel kerja. Keduanya mempunyai kedudukan yang sama di tempatnya masing-masing dan mempunyai kemiripan dalam fungsi.
Mesin dan peralatan untuk praktik laboratorium maupun kerja bengkel memiliki beberapa ciri pokok, yaitu:
1. Tenaga penggerak (power)
a. Bersumber pada tenaga listrik;
b. Bersumber pada tenaga alam;
c. Bersumber pada tenaga manusia (manual).
2. Sistim kontrol/pengendali
a. otomatis elektris/mekanis.
b. katup pengatur (hidrolik),dsb.
3. Sistim lintasan luncur (untuk mesin perkakas)
a. lintasan luncur melingkar (bush/bearing);
b. lintasan luncur lurus (slider/guide ways).
4. Sistim pelumasan
5. Sistim pondasi mesin (untuk mesin perkakas)
a. permanen/tidak dapat dipindah-pindah
b. tidak permanen (replaceable).
6. Buku panduan (manual book)
a. sertifikat test;
b. parts list dan maintenance program
c. trouble shouting list, instruction list, dsb.
B. Prinsip kerja mesin/peralatan
Dilihat dari sistim kerjanya mesin dan peralatan untuk praktik laboratorium dan kerja bengkel dapat dibagi menjadi:
(1) Mesin /peralatan yang sisitim kerjanya menggunakan prinsip mekanis.
(2) Mesin /peralatan yang sistim kerjanya menggunakan prinsip elektris (arus kuat/lemah). (3) Mesin /peralatan yang sistim kerjanya menggunakan prinsip hidrolis dan pneumatis. (4) Mesin /peralatan yang sistim kerjanya menggunakan prinsip optis.
(5) mesin/peralatan yang sistim kerjanya menggunakan gabungan prinsip mekanis dan elektris.
(6) Mesin/peralatan yang sistim kerjanya menggunkan gabungan prinsip mekanis dan hidrolis serta elektris.
(7) Mesin/peralatan yang sistim kerjanya menggunakan prinsipgabungan yang komplek. Kondisi alat-alat praktik (mesin/peralatan)
Alat yang dimaksud pada bahasan ini dapat berupa peralatan laboratorium atau mesin sebagai alat praktik. Pengenalan/memahami peralatan untuk praktik merupakan kuwajiban yang harus dilakukan oleh setiap petugas laboratorium (teknisi/laboran, guru/instruktur, pengelola) untuk mengetahuinya. Mereka harus mengetahui dengan yakin tentang peralatan yang akan digunakan, dengan demikian setiap alat yang akan dioperasikan harus benar-benar dalam kondisi siap pakai. Kondisi siap pakai yang dimaksud tersebut adalah : (1) Alat dalam kondisi tidak rusak.
(2) Alat dalam keadaan dapat beroperasi dengan baik.
(3) Alat benar-benar siap dipakai, artinya kondisi fisiknya baik dan berfungsi
(ready for use).
(4) Kondisi alat harus bersih, artinya bebas dari segala bentuk kotoran atau yang lainnya. (5) Alat dalam kondisi terkalibrasi, sudah diseting, sudah normal. Peralatan laboratorium sebaiknya dikelompokkan berdasar penggunaannya dan diberi penutup sebagai pelindung debu atau kotoran yang lain. Karena alat yang tidak ada penutupnya akan cepat berdebu, kotor dan akhirnya dapat merusak alat yang bersangkutan, misalnya berkarat.
Untuk itu perlu dikelompokkan dalam penyimpanannya,sebagai contoh misalnya :
(1) Untuk peralatan dari gelas ditempatkan dalam almari khusus, harus dalam keadaan bersih dan steril.
(2) Untuk peralatan optis misal mikroskop dan alat optis yang lain, ditempatkan pada ruang/almari yang kering dan tidak lembab, sebab kelembaban yang tinggi dapat menyebabkan lensa berjamur dan membuat rusak lensa.
(3) Khusus untuk bahan kimia yang bersifat asam dan alkalis sebaiknya ditempatkan pada ruang/kamar yang dilegkapi penyedot gas, atau kipas angin (fan).
D. Usia pakai mesin/peralatan
Mesin/peralatan praktik yang masih baru kondisi bagian-bagian sistim kerjanya masih sangat kasar, sehingga kalau akan digunakan dianjurkan utuk dilakukan kalibrasi, seting, pemanasan, dan pelumasan secara periodik sesuai yang dianjurkan oleh pembuat peralatan atau mesin seperti yang tertera di buku manualnya. Hal tersebut dilakukan guna menekan terjadinya penyimpangan dan laju keausan. Tahapan ini dikenal sebagai masa penyesuaian (running in), diharapkan setelah melewati tahapan ini suaian-suaian yang bergerak telah sesuai/cocok/berpasangan dengan lancar , maka penyimpangan dan keausan dapat dikatakan sangat lambat pada kondisi normal. Apabila ini dipelihara atau diikuti perawatan dengan baik, maka umur mesin akan lebih panjang.
Secara rinci usia pakai mesin/peralatan ditentukan oleh :
(1) kondisi awal ketelitian mesin/peralatan,
(2) beban pemakaian mesin/peralatan,
(3) metode operasional mesin/peralatan,
(4) perencanaan perawatan/peralatan,
(5) pengendalian perawatan mesin/peralatan, dan
(6) lokasi penempatan mesin/peralatan.
E. Mesin/peralatan prinsip mekanis,elektrik dan optis
Mesin/peralatan yang menggunakan prinsip mekanis, elektris dan optis banyak didapati di laboratorium/bengkel kerja, sebagai tenaga penggeraknya alat/mesin tersebut memerlukan tenaga listrik. Sebagai contoh pemakaian dan aplikasinya di laboratorium/bengkel kerja dapat dilihat pada penjelasan berikut ini.
Mesin sekrap/ketam (Gambar 1)
Mesin ini berfungsi sebagai alat penyayat logam dengan bentuk-bentuk rata, miring, bertingkat, celah dan bentuk-bentuk profil. Urutan prosedur pemakaiannya secara garis besar dapat dilakukan sebagai berikut:
a) Yakinkan bahwa kondisi sumber tenaga berfungsi dengan baik, semua indikator berfungsi baik.
b) Yakinkan bahwa kondisi elemen-elemen mesin terpasang pada tempatnya dan berfungsi sebagai unsur gerak mekanis yang dapat bergerak dengan sinkron.
c) Lakukan pemanasan (running maintenance) selama ± 5 s/d 10 menit, agar semua komponen menyesuaikan gerakan dan semua pelumas yang ada di bak pelumas sudah beredar melumasi elemen-elemen mesin.
d) Jika pemanasan sudah cukup, pasang/jepit benda kerja pada ragum penjepit yang sudah terpasang pada mesin ketam, dengan posisi sesuai dengan bentuk pengerjaan, dan yakinkan bahwa benda kerja sudah terpasang dengan baik dan kuat. Gambar 1. Mesin sekrap/ketam dan nama bagian-bagiannya
e) Kemudian pasang alat potong pada pemegangnya, dan lakukan seting dengan benda kerjanya.
f) Melakukan proses pemotongan, dengan mengatur kecepatan potong (cutting speed), langkah pahat per menit (stroke), pemakanan (feed), serta kedalaman pemakanan (depth of cut).
g) Untuk menjaga keawetan mesin, pada waktu bekerja diwajibkan selalu memeriksa/memberi pelumas pada lengan (arm) atau slideways mesin ketam. h) Jika sudah selesai digunakan mesin dibersihkan dari segala kotoran ,kemudian lumasi bagian-bagian yang perlu agar terbebas dari korosi yang diakibatkan oleh oksidasi.
Nama : Rachmat Wahyudi
NPM : 25412836
Kelas : 3IC07
Sumber : - Eprints.uns.ac.id
Tidak ada komentar:
Posting Komentar