Kamis, 24 Januari 2013

pemuda dan sosialisasi


Pemuda dan sosialisasi
1.     Pemuda
Pengertian pemuda
Pemuda  merupakan  generasi  bangsa yang akan menentukan perubahan-perubahan dimasa  yang   akan datang. Sebagai seorang mahasiswa/mahasiswi kita adalah pemuda yang memiliki intelektual yang dapat berpikir demi perubahan dan  kemajuan negara ini.  Telah kita ketahui bahwa pemuda atau generasi muda merupakan konsep-konsep yang selalu dikaitkan dengan masalah nilai.
Hal ini merupakan pengertian  idiologis dan kuktural dari pada pengertian ini. Di dalam masyarakat pemuda merupakan satu identitas yang potensial sebagai penerus cita-cita perjuangan bangsa dan sumber insane bagi pembangunan bangsanya karma pemuda sebagai harapan bangsa dapat diartikan bahwa siapa yang menguasai pemuda akan menguasai masa depan.
Princeton mendefinisikan kata pemuda ( youth) dalam kamus websternya sebagai “the time oflife between childhood and maturity; early maturity; the state of being young or immature or inexperienced the freshness and vitality characterteristic of a yaoung person”. Pernyataan ini menunjukan bahwa pemuda adalah sebuah kehidupan yang berdiri di rentang masa kanak-kanak  dan masa dewasa dimasa inilah seorang pemuda bersifat labil. Control emosi dan kestabilan  pendirian masih bisa di pengaruh  oleh pihak luar. Seorang pemuda mempunyai cirri yang khas yang mengambarkan seperti apa ia terlihat yang menunjukan kepribadiannya.
Seorang pemuda harus bisa berpendapat dan bergaul dengan lingkungan disekitarnya. Maksudnya agar tumbuh sikap rasa peduli dan rasa kebersamaan didalam dirinya. Lihatlah dizaman sekarang teknologi yang berkembang telah disalahgunakan seolah-olah globalisasi telah member efek buruk pada generasi muda.
Individualisme itulah yang terjadi pada pemuda zaman sikap pada lingkungan sekitar menurun drastic. Contoh umum jika ada kerja bakti dilingkungan sekitar banyak pemuda yang bermalas-malasan untuk ikut serta dalam kegiatan ini lebih memeilih bermain dirumah atau memainkan android, iphone atau apalahitu.
Dalam kehidupan nya pemuda dituntut dapat bersosialisasi dengan masyarakat lainnya. Proses sosialisasi pemuda didefinisikan proses yang membantu individu melalui belajar dan penyesuaian diri. Proses sosialisasi sebenarnya berawal dari dalam keluarga. Melalui proses sosialisasi, individu ( pemuda) akan terwarna cara berpikir dan kebiasaan-kebiasaan hidupnya dengan proses sosialisasi, individu menjadi tahu bagaimana ia mesti bertingkah laku ditengah-tengah masyarakat dan lingkungan budayanya. Sesuai dengan pepatah lama semakinbanyak dilihat semakin banyak dirasa. Jadi pengalaman adalah hal yang dibutuhkan seorang pemuda bisabertindak dan meengasah pola pikirnya untuk perubahan yang akan dating.
Pengalaman adalah hal yang sangat penting dalam menunjukan kemajuan pola pikir seorang pemuda-pemuda. Pemuda dituntut kreatif inovatif dan korporatif kerja sama dalam hal baik. Semakin banyak ia bergaul dengan orang lain maka semakin banyak pengalaman yang ia peroleh. Ia dikenal banyak orang dan mendapat banyak sekali akses dari orang sekitarnya ditambah dengan etika dan kepribadiannya yang baik, siapapun pasti meenyukai sosok pemuda seperti ini. Kemudian kita bandingkan dengan pemuda yang bersifat individualism, kikuk ditengah masyarakat, kaku dan tidak mampu mengaplikasikan manfaat dirinya akan terbuang ditengah kehidupan.


Kondisi yang masih labil membuat pemuda sering hanyut dengan berbagai pergaulan untuk itu berhati-hatilah memilih teman bergaul. Diperlukan pertahanan yang kuat agar tidak terjerumuskan kedalam.Kegelapan akibat pergaulan bebas yang sangat membahayakan generasi muda. Banyak contoh-contoh menunjukan pemuda atau generasi zaman rusak. Mulai dari video porno SMA. Sex bebas SMP. Mau jadi apa generasi seperti ini. Bukannya memperbaiki kondisi bangsa sekarang malah menambah beban yang ada.
Peran pemuda sangat dibutuhkan dalam pembangunan, Seorang pemuda dituntut dapat merubah keadaan kearah yang lebih baik bukanya memperburuk keadaan atau merusak tatanan yang telah ada. Calon –calon pemimpin yang akan datang, tokoh masyarakat atau bahkan menjadi panutan untuk orang lain.
Kilas balik sejarah bangsa kita Indonesia. Bukan fisik atau senjata menjadi tonggak awal kita merdeka, tapi karena adanya inisiatif atau kesadaran para pemuda zaman perjuang waktu itu kita merdeka. Adanya sikap revolusioner dan motivasi diri maka pemuda saat itu bisa membawa Negara kita mencapai kemerdekaan.
Berdirinya Bung Tomo telah menumbuhkan rasa  kesatuan dan persatuan rakyat Indonesia . ini artinya bahwa pemuda mampu menggapai apapun dan mampu membuat sebuah perubahan yang luar biasa. Bung tomo adalah organisasi perkumpulan pemuda yang pertama, lalu semangatnya telah memotivasi pemuda-pemuda lain sehingga terbentuklah organisasi pemuda-pemuda yang lain seperti jong java, jong sumatera, maupun jong-jong lainnya.
Pemuda adalah sesuatu yang luar biasa, seperti yang telah dibicarakan sebelumnya walaupun emosi yang sangat labil tapi pemuda memiliki kelebihan-kelebihan yang menonjol adalah mau menghadapi perubahan, baik berupa perubahan social maupun cultural dengan menjadi pelopor perubahan itu sendiri, tetapi sering kali informasi yang diterima tidak melalui seleksi yang ketat sehingga seorang pemuda mudah terbawa arus dan pengaruh media massa yang ada.
Kesimmpulan dari materi pemuda adalah seorang pemuda harus memiliki jiwa dan sikap mental yang kuat supaya pemuda dapat memiliki kemampuan sosialisasi ditengah kehidupan dimasyarakat agar pemuda bermasyarakat kearah yang baik dan mampu  memecahkan sebuah polemic dan mampu beradaptassi dengan kehidupan sosialnya.





2. Sosialisasi
Pengertian sosialisasi
Menurut Soerjono Soekanto  sosialisasi adalah proses mengkomunikasikan kebudayaan kepada warga masyarakatyang baru. Sosialisasi dapatterjadi melalui interaksi social secara langsung  ataupun tidak langsung. Proses sosialisasi dapat berlangsung melalui kelompok social, seperti keluarga, teman  sepermainan dan sekolah ,lingkungan kerja, maupun media massa.
Adapun media yang dapat menjadi ajang sosialisasi adalah keluarga, sekolah, teman bermain media massa dan lingkungan kerja. Keluarga Pertama-tama yang dikenal oleh anak-anak adalah ibunya, bapaknya dan saudara-saudaranya. Kebijaksanaan orangtua yang baik dalam proses sosialisasi anak, antara lain : 1. berusaha dekat dengan anak-anaknya 2. mengawasi dan mengendalikan secara wajar agar anak tidak merasa tertekan 3. mendorong agar anak mampu membedakan benar dan salah, baik dan buruk 4. memberikan keteladanan yang baik 5. menasihati anak-anak jika melakukan kesalahan-kesalahan dan tidak menjatuhkan hukuman di luar batas kejawaran. 6. menanamkan nilai-nilai religi baik dengan mempelajari agama maupun menerapkan ibadah dalam keluarga.
Sekolah Pendidikan di sekolah merupakan wahana sosialisasi sekunder dan merupakan tempat berlangsungnya proses sosialisasi secara formal. Robert Dreeben berpendapat bahwa yang dipelajari seorang anak di sekolah tidak hanya membaca, menulis, dan berhitung saja namun juga mengenai kemandirian (independence), prestasi (achievement), universalisme (universal) dan kekhasan / spesifitas (specifity).
Teman bermain (kelompok bermain) Kelompok bermain mempunyai pengaruh besar dan berperan kuat dalam pembentukan kepribadian anak. Dalam kelompok bermain anak akan belajar bersosialisasi dengan teman sebayanya. Puncak pengaruh teman bermain adalah masa remaja. Para remaja berusaha untuk melaksanakan nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku bagi kelompoknya itu berbeda dengan nilai yang berlaku pada keluarganya, sehingga timbul konflik antara anak dengan anggota keluarganya. Hal ini terjadi apabila para remaja lebih taat kepada nilai dan norma kelompoknya.
Lingkungan kerja Lingkungan kerja merupakan media sosialisasi yang terakhir cukup kuat, dan efektif mempengaruhi pembentukan kepribadian seseorang. 1) Lingkungan kerja dalam panti asuhan Orang yang bekerja di lingkungan panti asuhan lama kelamaan terbentuk kepribadian dengan tipe memiliki rasa kemanusiaan yang tinggi, sabar dan penuh rasa toleransi. 2) Lingkungan kerja dalam perbankan Lingkungan ini dapat membuat seseorang menjadi sangat penuh perhitungan terutama terhadap hal-hal yang bersifat material dan uang.
Proses sosialisasi
menurut George Herbert Mead, sosialisasi yang dialami seseorang dapat dibedakan dalam tahap-tahap berikut:
a.Tahap persiapan ( preparatory stage )
Tahap ini dialami manusia sejak dilahirkan, ketika seorang anak mempersiapkan diri untuk mengenal dunia sosialnya, termasuk untuk memperoleh pemahaman tentang diri. Pada tahap ini juga anak-anak mulai melakukan kegiatan meniru meski tidak sempurna. Contoh: kata makan yang diajarkan ibu kepada anaknya yang masih balita. Makna kata tersebut juga belum dipahami dengan tepat oleh anak. Semakin lama anak akan memahami secara tepat makna kata makan tersebut dengan cara menghubungkannya dengan kenyataan yang dialaminya.
b. Tahap meniru ( play stage )
Tahap ini ditandai dengan: semakin sempurnanya seorang anak menirukan peran-peran yang dilakukan oleh orang dewasa. Mulai terbentuknya kesadaran tentang nama diri dan siapa nama orang tua, kakak, dsb. Anak mulai menyadari tentang apa yang dilakukan seorang ibu dan apa yang diharapkan seorang ibu dari anak. Dengan kata lain, kemampuan untuk menempatkan diri pada orang lain juga mulai terbentuk pada tahap ini. Kesadaran bahwa dunia social manusia berisikan banyakk orang. Sebagian dari orang tersebut merupakan orang-orang yang dianggap penting bagi pembentukan dan pertahanan diri, yakni dari mana anak menyerap norma dan nilai.
c. Tahap siap bertindak ( significant other )
Peniruan yang dilakukan sudah mulai berkurang dan digantikan oleh peran yang secara langsung dimainkan sendiri dengan penuh kesadaran. Kemampuannya menempatkan diri pada posisi orang lain pun meningkat sehingga memungkinkan adanya kemampuan bermain secara bersama-sama. Dia mulai menyadari adanya tuntutan untuk bekerja sama dengan teman-temannya. Pada tahap ini lawan berinteraksi semakin banyak dan hubungannya semakin kompleks.  Individu mulai berhubungan dengan teman-teman sebaya di luar rumah.peraturan-peraturan yang berlaku di luar keluarganya secara bertahap juga mulai dipahami. Bersamaan dengan itu, anak mulai menyadari bahwa ada norma tertentu yang berlaku di luar keluarganya.




d. Tahap penerimaan norma kolektif ( generalized stage )
Pada tahap ini seseorang telah dianggap dewasa. Dia sudah dapat menempatkan dirinya pada posisi masyarakat secara luas. Dengan kata lain, ia dapat bertenggang rasa tidak hanya dengan orang-orang yang berinteraksi dengannya tapi juga dengan masyarakat luas. Manusia dewasa menyadari pentingnya peraturan, kemampuan bekerja sama bahkan dengan orang lain yang tidak dikenalnya secara mantap. Manusia dengan perkembangan diri pada tahap ini telah menjadi warga masyarakat dalam arti sepenuhnya.

sumber :
http//celoteh-galang.blogspot.com/2012/10/pemuda-sosialisasi-identitas-perguruan.html



Tidak ada komentar:

Posting Komentar